Selasa, 23 Maret 2021

Uncertainty

 Rabu, 24 Maret 2021


Hari ke-24 aku menyandang posisi pengangguran terdidik. Kegiatanku minggu pertama dan kedua sangat aktif untuk ikut webinar, pelatihan online dan mengapply pekerjaan melalui situs online jobstreet. Memasuki minggu ketiga aku mulai menaiki gunung pundak. Naik gunung adalah salah satu rencana besarku selepas resign dari pekerjaan. Aku ingin naik gunung semeru sebelum akhirnya aku disibukkan kembali dengan pekerjaan kantoran. Semoga ibu pertiwi merestui. Rencananya minggu depan aku ingin memperbaharui lembar sertif toefl prediction di kampusku dulu. Semoga saja bisa 500 ke atas. 

Hari-hari kuhabiskan dengan 1/3 mereview materi bahasa inggris dan materi akuntansi yang dibutuhkan ketika tes kerja. Ada rencana juga untuk belajar soal TPA untuk CPNS. Tapi aku psimis untuk ikut karena data kependudukanku yang rancu. 

Sejujurnya ada rasa sedikit trauma dengan leader sebelumnya, karena tidak semua leader seperti itu, tapi kenapa giliran aku malah dapat yang seperti itu. Aku mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik, hal tersebut terbukti selama 1 Tahun 6 bulan aku bertahan dengan baik disana. Terlihat baik-baik saja dari luar. 


Semoga lekas mendapat pekerjaan baru. Aamiin. 

Minggu, 14 Februari 2021

Anxiety

 Minggu, 14 Februari 2021


Sedari tadi maghrib hujan angin mulai menghempaskan percikan air ke atap dan tembok luar kos-kosan. Sedari hari ini juga kepikiran kalau besok udah senin. Sabtu adalah hari libur yang sesungguhnya.

     Kalau aku bertahan, aku tidak sanggup menampung sedikit kebencian yang nantinya akan menenggelamkanku kedalam kekalutan emosi. Berniat untuk cuti pun aku sangat sangsi karena setelahnya kerjaanku akan menumpuk dan membuat stress mark yang sama seperti sebelum aku cuti. Mencari kerja pun aku juga harus memecah fokus karena mencuri waktu kerjapun harus memperhitungkan waktu yang terbuang untuk mengerjakan pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu juga. 

    Terlepas dari ketidakbetahan itu. Aku juga berundi pada nasibku setelah keluar dari sini. Aku lebih yakin keluar daripada bertahan. Take some legit rest. 

   Tidak seperti temanku Adi yang satu divisi. Aku tidak ada jangkar untuk tetap membuatku bertahan disini. He have motivation here. I am not at all. Everything so plain. 

    Setelah semua effort yang aku jalankan dan feedback yang tidak terlalu baik. I am so disappointed. Karena aku melihat banyak sekali pegawai tetap yang pekerjaannya kurang baik tetapi dipertahankan dan bahkan aku lebih heran kenapa diangkat menjadi pegawai tetap sedangkan aku dan temanku Adi, tidak. 

   Semoga dipertemukan dengan pekerjaan yang lebih baik. 

Minggu, 31 Mei 2020

Kekesalan dan Keresahan. Hope the happy ending come true.

Minggu, 31 Mei 2020

       H+2 pasca Turunnya uang dari hujan keringat. Gak kerasa udah 9 bulan aku ngejalanin pekerjaan pertamaku as fresh graduated. Sekarang aku ada dalam fase lagi bingung memilih prioritas untuk budgeting reservoir kasku. Hmm, balance lebih tepatnya. Ibarat pepatah kartun 80 an, "ingin ini ingin itu banyak sekali". Mulai dari pengen beli iPhone 7+ karena harganya lagi anjlok banget. Second handnya 4jt an sedangkan yg baru 6 pas kurang dikit. Setelah dipikir-pikir lagi. Apalah arti gadget kalau cuma bikin kita lupa waktu dan malah gak produktif. Karena aku lebih banyak kedistractnya dalam game hape pintar itu, lebih baik aku spend ke hal lain yang ngebantu aku tumbuh berkembang, ciee bahasa iklan susu balita.
        Nah back to reservoir. Jadi Uang di "kantong" ini dulunya aku rencanain buat beli motor dulu, meskipun aku belum lulus ujian SIM C karena satu dua hal. Ya, it's okay, I think its worth for me. Jaman sekarang untuk seorang makhluk muda yang bekerja, motor itu not a must tapi Need banget apalagi untuk pekerjaan yang mobilitas tinggi. Dan ngomong-ngomong soal pekerjaan, yups, pekerjaanku yang sekarang gak terlalu ada mobilitas karena kerjaannya di back office. But, soon, apalagi soal kehidupan "relation" atau pekerjaan selanjutnya, aku bakal butuh banget yang namanya kendaraan beroda dua ini.
        Kenapa aku mention pekerjaan selanjutnya, karena di akhir bulan Agustus 2020 kontrakku bakal off dan rencananya aku bakal ngomongin soal rencana resignku atau apa ya istilahnya... intinya begitulah, selasa besok. Keputusanku ini udah bulat karena aku rasa 9 bulan itu adalah waktu yang cukup "tuman" merasakan pekerjaanku yang satu ini. Sebenernya di tulisan sebelumnya aku juga banyak sambatnya sih soal pekerjaan ini. Karena pekerjaanku ini gak bisa aku ajak berteman,  bulan aku gak bisa akrab sama pekerjaan ini. Apalagi ketemu dengan yang namanya interupt ketika ada dalam daily questnya jobku yang sekarang. They should hire more man here. Tapi its okay, keputusanku udah bulat ser. I will take the risk, and I am ready for it. Let it be. Team leader so blind for teamwork, no offense but I tell you the truth. She is not even a "Leader", she just look like a mini boss for us. Leader yang memberi perintah kepadaku bahwa aku harusnya menyesuaikan diri dengan sikapnya, okay I just do it from 9 months ago but here I am, still feeling like its not wrong on me or us, but its you witch, wake up yourself. Emotional, dalam artian tiba-tiba moodnya jelek, wth sis, gak bisa diajak ngomong baik-baik. Sikapnya yang moody ini yang bikin kami menurunkan kadar respect kepada si beliau ini. Kalau aku jadi bossnya nih ya, kalau ada 2 orang leader, yang satu agak bego yang satu pinter. tapi yang pinter ini gak peka banget sama atmospherenya, sedangkan yang agak bego ini peka banget sama timnya, ya aku milih yang agak bego lah sebagai pemimpin. Karena pengetahuan itu bisa di upgrade, tapi karo sifat, ngggh take a long journey bro.
        Sekian terapi pelampiasan saya. Kalo ada nih tim leadernya yang baca, tolong ya, sadar dikit, di timmu ini semua manusia, ada perasaan, tolong berkata dan beraut muka semanusia mungkin ya. Terimakasih.

Minggu, 06 Oktober 2019

My First Job as Fresh Graduate

Hai anyone?. Yeah. Sudah agak lama aku tidak menulis beberapa hal yang gak seharusnya aku tulis mengenai kehidupanku. But I do for now. Karena menurut artikel psikologis, berpendapat bahwa sesuatu yang ingin dikatakan tidak harus dikatakan tapi juga bisa di ungkapkan melalui tulisan. Agar hati ini lega, gak menumpuk masalah dalam pikiran hingga akhirnya bisa meledak kapanpun dan berdampak pada mental orang tersebut. Itu sih garis besar yang aku dapatkan dari artikel tersebut. Aku lupa artikel yang mana, haha. But today, I am not gonna share about psychological. Besok adalah hari ke-37 aku bekerja. Ini adalah pekerjaan pertamaku setelah aku wisuda sarjana di salah satu PTN di kota pahlawan. Berikut ini nanti aku bakal menguraikan fase-fase kehidupan saat aku bekerja.

Sebelum itu aku akan menceritakan tahap-tahap bagaimana aku bisa diterima bekerja di tempatku ini. Ohiya, aku bekerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang dagang atau distributor. Barang dagang yang didistribusikan berupa sampoo, pewangi pakaian, deterjen, minuman rasa, dan makanan ringan. Jangkauan distribusi dari perusahaan ini yaitu central java, jogja, east java, ntb, sulawesi, hingga sampai puncak jaya (papua). Kebetulan aku adalah lulusan kedokteran uang a.k.a akuntansi, aku di terima di posisi accounting, lebih spesifiknya staff accounting HQ. Sudah punya gambaran kan kalau area yang di jangkau sedemikan banyaknya, maka transaksinya juga kayak gimana? hahaha. Yaps, banyak banget. Aku diterima di perusahaan ini dengan melalui beberapa tahap.

Memang sholat dhuha adalah sholat yang mujarab, tanpa bantuan Tuhan, mungkin aku masih ada di kasur kos-kosan ketika semua orang sibuk-sibuknya mencari uang atau ilmu. tanggal 15 agustus kalau nggak salah, abis sholat dhuha. Tiba-tiba handphone bunyi, dan ternyata itu dari HRD Perusahaan ini, minta aku buat interview hari senin. Wah alhamdulillah seneng banget dong. Karena disaat itu emang aku lagi desperate banget sama kegiatan melamar pekerjaan, interview, tes, di phpin dan bener-bener bodoh amat lah sama kata-kata orang, yang penting aku terus usahain ngelamar kerja dan berusaha semaksimal mungkin. Di dua tempat terakhir ini lah aku mengakhiri fase-fase melamar kerja. Tempat satunya itu di konsultan manajemen gitu, cuma ya gitu, PHP wkwk. Aku orangnya masih idealis, pokoknya harus sesuai jurusan pekerjaannya.

Tahap pertama adalah tes papikostik atau apalah itu namanya, dan yang berbeda adalah aku tidak harus ke perusahaan untuk melakukan tes tersebut tapi cukup hnya mengirimkan jawaban balasan dari soal tes tersebut melalui email ke hrd. Okay mungkin untuk mempersingkat waktu atau bagaimana, karena yang aku lihat dari peserta tes di internet, yang sudah pernah ikut tes di tempat ini, dia melakukan tes ditempat. Besoknya senin aku juga langsung disuruh untuk interview di kantornya. Aku iyain aja meskipun aku agak ragu liat tempatnya di google map, kayak ruko gitu, padahal yang difoto cuma pintu utamanya aja, aslinya mah gede banget wkwk.

Tahap kedua: Langsung interview HRD dan USER dong. User ini sebut saja Mas Joni yang sekarang adalah supervisor accounting di department accountingku. Disitu intense banget si mas Joni ini kontak matanya, kayak nantangin gelud gitu hahaha. Yaudah santai aja dong mas, aku nanggepinnya juga setengah santuy sih. Bu Ipa (nama samaran) adalah Head of HRD di tempatku dan sekarang beliau resign dong, aku masuk beliaunya resign :(. Bu Ipa ini orangnya cheerful, friendly banget. Kalau ngasih pertanyaan, gak terlalu menjebak, santai banget orangnya, gak terlalu mengintimidasi. Apa mungkin karena beliau pengen cepet-cepet resign ya wkwk. Setelah interview berakhir, Aku menanyakan, "kapan ya bu, panggilan selanjutnya jika saya lolos dalam tahap ini?" Pertanyaan ini adalah pertanyaan terakhir setelah kamu menanyakan hal-hal yang harus kamu tanyakan seputar jobdesc pekerjaan kamu. Ingat, jangan tanyakan pertanyaan tersebut saat ada pertanyaan dari user atau hrd mengenai "Ada yang ditanyakan?" Dan jangan sekali-kali tanya gaji sebelum tahap terakhir. Minggu depannya aku dihubungi lagi oleh bu Ipa dan aku disuruh interview user lagi. Ternyata usernya ada dua dong. Yang satu mas Joni, dan satu lagi mbak Sinta sebagai tim leaderku. Mbak Sinta belum bisa mewawancaraiku pada waktu kemarin-kemarin karena beliaunya lagi diluar kota, jadi sebenernya yang mewawancarai aku ada 3. Akhirnya jadi 2 dan 1, syukurlah aku ga merasa di sidang lisan lagi. Wawancara dengan mbak Sinta cukup memakan waktu lama, gak kayak sama mas Joni yang aku rasa lumayan lama. Wawancaranya seputar akuntansi, pencapaian, organisasi, jobdesk.

Setelah berselang satu minggu, aku mendapat panggilan interview lagi, alhamdulillah, ini adalah tahap terakhir dari serangkaian proses rekrut perusahaan ini. Tes terakhir: Observasi. Nah loh, kok observasi. Iya jadi observasi ini bukan observasi kayak waktu di sekolah. Jadi istilahnya Test drive jobdes pekerjaanku kedepannya. Dan itu dinilai sama tim leader dan calon anggota timku. Setelah itu kemudian aku direview sama mbak Sinta. Gilak, ternyata orang ini menegangkan banget. Adrenalin banget sama orang ini, Aura intimidasinya kerasa banget. Dan aku InsyaAllah bisa beradaptasi dengan sifat beliau kwkw. Aku pulang observasi jam 4. Dijemput teman sekamar kosku. Ketika diperjalanan pulang, aku menerima panggilan masuk dari nomor yang ngga dikenal. "halomas, saya dari PT. X" "Iya ,pak" "Selamat, kamu diterima diperusahaan kami" Auto jingkrak-jingkrak dong dimotor, aku yang lagi dibonceng wkwkw. "Alhamduliillah, Terimakasih pak" "Iya sama-sama, emailnya aktif kan? saya kirim ya offering letternya" "Iya, pak, baik, pak, terimakasih, pak" Aku bersyukur banget, setelah beberapa purnama, akhirnya ada juga yang mau menerimaku apa adanya wkwkwk. Setelah kemarin berpikir bahwa "kok aku bego banget ya sampe gak ada yang mau nerima" NO, BIG NO. KAMU SALAH. Saat itu hanya bukan waktunya saja aku bekerja. Tuhan punya rencana yang lain. Tetap semangat, kamu pasti bisa. Perjuangkan setelah diterima belum berakhir. Aku masih harus dituntut untuk mempelajari jobdesk ku yang seabrek, dengan intimidasi tanggungjawab seorang akuntan perusahaan yang berupa uang milyaran entah dari mana datangnya aku input angkanya. ahhaha. Semangat, tantangan akan selalu ada, dan Tuhan akan selalu ada. Berdoalah. Wassalamualaikum.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Someday, it will be a fine day

Hari-hari melelahkan akan segera berakhir.
Sajak-sajak indah disetiap nafas kehidupan juga akan memulai hembusan pertamanya.
Untuk saat ini mungkin aku merasa kalah. Tapi aku selalu percaya suatu saat keadaan akan berbalik.
Bersabar dan selalu berusaha sebaik mungkin.
Aku bukan insan yang lemah, aku tidak akan menundukkan kepalaku disaat aku sedang menghadapi badai didepanku.
Aku selalu menanti hari-hari indah itu.
Ketika aku bisa membantu diriku yang lain, yang merasakan hal yang sama seperti apa yang aku alami.
 Kalian pasti bisa menghadapi semua ini.

Rabu, 19 Juni 2019

Rest in Peace 2nd Kitten

Rabu, 19 Juni 2019
16:09

"mimimi mimimi"
masih ingat, itu adalah bunyi pertama yang aku dengar saat ketiga anak kucing ini lahir. Diantara tiga corak unik dari warna bulu mereka, terdapat satu yang menurutku polanya aneh. Anak kucing yang lahir kedua ini memiliki warna bulu hitam putih dengan pola warna hita hitam yang menutupi kepala sampai tepat di atas mulutnya. Jadi nampak seperti pakai helm. dan warna hitam itu menyelimuti hampir di setiap jengkal anggota tubuhnya kecuali kaki-kakinya. Kakinya seperti memakai kaos kaki berwarna putih. Itu adalah hal yang paling aku ingat dari anak kucing yang baru saja meninggal jam sekitar jam 1 malam tadi. Memang kondisi kitten yaang kedua ini memang memprihatinkan ketimbang kakak dan adiknya. Kakak dan adiknya memiliki postur yang jauh lebih gempal atau berisi daripada anak kedua ini. Sebut saja kitten kedua ini dengan nama "raku".

      Dihari-hari pada awal menyusui aku selalu merhatiin tingkah laku dari ketiga kitten ini. si raku ini memang yang aku lihat memang tidak terlalu pintar atau tidak terlalu nafsu dengan susu induknya (cemong). Setiap adik dan kakaknya berebut untuk mencari sumber susu, si raku ini masih agak lama nemuin puting dari cemong. Akhirnya aku inisiatif  buat menuntun si raku biar bisa nemuin, sampai berulang kali aku taruh si raku ini secara privat breasting ke cemong. Tapi kayaknya memang usahaku ini sia-sia dimata takdir Tuhan. Si raku meninggal dengan keadaan kaku dan warna merona di setiap kulitnya menjadi kehitaman. Aku kaget dong abis pulang dari warkop, jam satu, nemuin si Raku udah terbujur kaku. Aku kira tidur ya, malah hal yang aku takutin terjadi. Gak ada detak jantung, gak bergerak, dengan mulut yang menganga, mungkin usahanya untuk mencari sumber susunya kerap gagal. Seleksi alam memang kejam.
       Jam 10 pagi tadi aku dan temenku mengantar Raku ke peristirahatan terakhirnya dengan pemakaman yang sederhana. Rest in peace ya Raku. Mungkin kamu jauh lebih bahagia di sisi Tuhan. Baru kali ini aku ngerasain sedih karena peliharaan aku mati. Dulu pas melihara kelinci, ikan cupang, terus anak ayam warna-warni gak sampai sesedih ini :(

Sabtu, 15 Juni 2019

ThreemasKITTEN Baru

Sabtu, 15 Juni 2019
16:17


Grooming merupakan gerakan menjilati bagian tubuh oleh kucing. Grooming adalah salah satu hal yang aku pelajari dari kucing. Tahun kemarin, kami (anak-anak kos) yang tidak lain adalah anak kuliahan, sempat di mengadopsi kucing pasar berwarna abu - abu loreng, dengan motif <3 (hati) di samping kanan tubuhnya. Aku gak punya fotonya sih, dan lagi malesnya mintain fotonya ke temen kosku, jadi di next post aja kali yah aku upload. Nama kucing itu adalah meki. yes, namanya agak vulgar gitu ya bagi yang paham, dan jangan nyoba ngetik di google kalau ada yang belum paham!. As simple as meki. Tapi dia melarikan diri semenjak semester awal tepatnya agustus 2018. Sampai sekarang si meki gak balik balik :(. Apa udah punya keluarga baru dan punya kehidupan yang lebih mewah kali ya, makanya lupa sama om-om kosnya :(.

Kurang lebih beberapa bulan setelah kepergian meki. Tepatnya bulan februari, kami di datangi lagi oleh kucing liar, dengan warna belang telon atau calico. Kucing perempuan dengan kondisi perut yang buncit. Ternyata si kucing ini bukannya gemuk, tapi udah di isi sama kucing jantan alias bunting A.K.A Hameel. Aku awalnya sih gak terlalu suka ya sama motifnya kucing ini soalnya polanya ngacak banget kayak kain perca buat lap pel itu loh. Lama kelamaan, jadi keinget meki karena struktur mukanya mirip kayak meki. Yaudah, akhirnya lama kelamaan sering nih, si kucing belang telon ini dikasih makan juga sama anak-anak kos. Dibeliin lah makanan sama halnya kayak melihara meki dulu. Kita sebut saja cemong.

Nah tanggal 10 Juni 2019 tepatnya hari Senin jam 10 an pagi, si cemong udah mulai meong meong gak jelas. Nah kata temen kosku, "wah ini udah waktunya nih". Waktunya yang dimaksud ya bersalin itu. Lama juga ya aku mikir jaraknya akhir februari sampe Juni, Hamil tua. Si cemong mondar - mandir tuh. Temenku satu kos ini juga nyariin kardus, aku juga nyari kain-kain bekas, dan ketemu celana pendek kaosku, ku kasih deh itu celana ku taruh ke dalem kardus.

Setelah lama meong - meongnya, mondar - mandir selama sampai jam 5 sore, akhirnya si cemong, melahirkan di salah satu kamar temen kosku yang kamarnya agak luas daripada yang lain. Proses bersalin terjadi sampai mau isya, dengan hanya tiga anak CUKUP. warnanya hitam putih 2, dan anak yerakhir abu-abu loreng. Yah sekarang aku mulai antusias antusiasnya nyari video how to train kitten, to treat kitten, how to train standing kitten. hahaha. Gak sabar nunggu anak- anak kucing ini tumbuh besar. soalnya aku liat liat di yucub itu lucunya pas minggu ke 4. Jadi sekian yah postinganku tentang kitten lyfe ini. Next mungkin aku update ini posingan