Selasa, 12 Maret 2019

Satu Minggu di dalam Mimpi (Ongoing)

Rabu, 6 Maret 2019

        Degup jantungku tidak berhenti ketika aku mengingat dia yang sudah ada pemiliknya. Lebih tepatnya dia pacar orang lain. Ini akhir cerita yang sangat tidak kuinginkan tapi ini terjadi. Berawal dari mana perasaan ini seakan menjadi misteri dari mana datangnya.

        Cerita ini berawal dari dosen pembimbingku yang mengumumkan sebuah pemberitahuan di chat grup bimbingan skripsi, bahwa beliau membutuhkan 5 orang untuk ikut serta dalam pekerjaan audit review di suatu tempat di Blitar selama 10 hari. Segera setelah melihat pemberitahuan itu, aku langsung menghubungi beliau melalui japri yang isinya aku berminat untuk ikut serta dalam pekerjaan tersebut dan beliau pun menyetujuinya. Alhamdulillah dalam hati, akhirnya ada pekerjaan juga disela-sela pembuatan skripsi pikirku hehehe.
        Keesokan harinya dosen pembimbingku memberitahu bahwa sudah ada 9 orang yang bersedia ikut dalam pekerjaan tersebut. Sedikit terkejut dan juga khawatir karena semakin banyak orang yang terlibat maka semakin sedikit pula fee yang akan dibagi pikirku hehehe. Tapi gapapalah itung-itung untuk pengalaman dan mengisi kekosongan. Beliau pun mengajak kita ber-9 untuk meeting yang pertama sebagai perkenalan siapa-siapa saja yang akan ikut, meskipun nama-namanya sudah beliau cantumkan di grup chat tersendiri yang diberi nama tim review yang dibuat oleh salah satu temanku dalam tim.  Aku excited banget untuk meeting pertama ini sekaligus penasaran tentang bagaimana pekerjaan ini secara detail, job desc., akomodasi dan lain sebagainya.
        Pagi-pagi aku sudah memberi tahu temanku yang juga ikut dalam timku untuk pergi bareng nyari alamat tempat meeting yang direncanakan di soto pak wawan. Pokoknya jangan sampai telat pikirku, karena ini bukan kuliah yang jamnya ngaret, ini adalah pekerjaan yang menyangkut soal profesionalitas, awalnya kupikir begitu. Tapi yang namanya ekspektasi, kadang tidak sesuai dengan harapan. Singkat cerita, sampailah aku di tempat meeting bersama temanku dengan mengemban amanah dari dosen pembimbingku bahwa siapapun yang datang di tempat meeting lebih awal, dia yang menyiapkan tempat makan. Dan disinilah aku, yang menyiapkan 11 kursi meeting sekaligus makan. Jam 8 lebih sedikit, 3 wanita sudah datang, aku kenal dengan satu wanita, tetapi tidak mengenal yang lain, sama sekali, sangat asing, dan yang lebih membingungkan lagi, mereka memakai masker, jelas sekali susah dikenali apalagi dengan hijab itu. Kemudian satu demi satu berdatanganlah teman-teman rekan tim review termasuk dosen pembimbingku yang agak telat dikarenakan beliau sebelumnya baru saja mengajar kelas pagi. Jam setengah 10 semuanya sudah berkumpul kecuali satu nama dalam list, dikarenakan dia naik kereta dari luar kota dan sedang menuju lokasi meeting.
          Saat meeting, beliau menjelaskan mengenai apa itu review audit, job desc. kami hanya mencocokan data fisik dengan data yang ada di sistem, serta jika ada temuan atau transaksi aneh, segera dicatat. Hmmm, baik kedengarannya menantang pikiriku. Penginapan, akomodasi, transportasi, semua beliau yang menanggung, kami hanya memikirkan pekerjaannya saja. Jarang-jarang ada kesempatan yang seperti ini pikirku. Setelah sedikit penjelasan dari beliau dilanjutkan dengan perkenalan, meskipun aku akhirnya lupa nama dari beberapa teman satu timku, hehehe. Kemudian diakhiri dengan pembelian tiket yang akan dijadwalkan hari Senin, 25 Maret 2019.
         Senin, jam 04.00 WIB, aku terbangun, aku panik, karena malam tadi, kami dalam tim review berdiskusi tentang mekanisme berangkat yang dijadwalkan jam 5 pagi. Aku terlambat pikirku, langsung saja aku masukan beberapa perlengkapan pribadiku, aku sangat terburu-buru, sampai aku lupa membawa handuk mandiku hehe. Hingga akhirnya jam 04:37 aku dijemput oleh teman-teman satu timku di meeting point, sebut saja mereka, Bagus, Rangga, dan Soni, mengendarai mobil bersama ayah Rangga yang menemaninya menyetir. Sampai di stasiun Baru jam 04.50 WIB, nyaris saja, hingga membuat dosen pembimbingku berpikir untuk membeli tiket lagi dari calo jika saja kami terlambat datang ke stasiun, hahaha. Kulihat ada total 11 orang, 3 dosen dan 8 mahasiswa, satu orang temanku terlambat dikarenakan dia dalam perjalanan dari luar kota, hmm aku tidak terlalu mengingat jumlahnya, tapi aku mencoba mengingat satu demi satu nama dan wajah mereka khususnya yang wanita karena kebanyakan bahkan semuanya aku belum terlalu kenal.
         Aku duduk di kereta dengan nomor 18B/C aku agak lupa, didepanku ada 3 wanita satu rekan tim reviewku, sebut saja mereka Vika, Ingga, dan Fina. Di sampingku ada Soni dan Ami. Sementara sisanya termasuk dosenku ada dalam satu bagian bangku yang terpisah. Dalam perjalanan aku hanya diam saja, didepanku ada Fina yang sebelumnya tidak pernah kujumpai di jurusanku, dia memakai masker, aku malah makin tidak mengenal, yang jelas dia baru kujumpai, begitu juga dengan Vika. Sisanya Ingga dan Ami aku pernah satu kelas tapi tidak terlalu banyak perbincangan bahkan tidak pernah berbincang-bincang dalam kelas. Sementara, di bangku temanku dan dosen-dosen ramai dengan candaan yang membicarakan kehidupan kampus dan pribadi teman-temanku, sampai pada akhirnya si Soni dipanggil oleh dosenku karena ada satu bangku kosong yang tersisa dan si Soni "diadili" disana untuk dijadikan bahan olahan perbincangan hahaha.
        Sampailah aku, di stasiun kemben, yang letaknya di antara kota M dan B jam 08.47. Setelah beberapa menit kemudian dosenku, sebut saja Bu Ita, mengajak kami untuk sarapan bersama. Wah kebetulan sekali aku jarang sekali bisa sarapan. Dengan senang hati aku mengikuti ajakan beliau. Akhirnya setelah beberapa menit mencari tempat untuk sarapan akhirnya kami menemukan warung Mak Nem, nama tidak aku samarkan untuk menghargai jasa beliau yang sudah menghidupi cacing-cacing kami yang layu disaat pagi hehehe. Lalu ada pesan WA masuk, Dia adalah temanku satu tim tadi yang tidak bisa datang menuju stasiun kereta, Rizal namanya. Dia akhirnya mengendarai motor dari Surabaya menuju rumah sakit ini.
        Setelah makan kami langsung menuju ke RS tempat kami nantinya akan melakukan audit review. Disana kami dibawa menuju ruang aula sambil menunggu karyawan-karyawan disana menyiapkan ruang meeting untuk kami sekaligus ruang meeting untuk kami. Tidak terasa sudah jam 12 siang, meeting berakhir lalu dosenku mengajak kami lagi, untuk makan siang bersama. Wow. Menjumpai sarapan dan makan siang dalam satu hari adalah hal yang sangat langka ku temui. Makan siang dengan menu mie ayam biasa, es teh hangat. Singkat cerita, kami sudah melakukan beberapa pekerjaan, dan tidak terasa sudah jam 5 sore saja. Waktunya pulang tanpa lembur, karena lemburnya buat besok, karena ku lihat disana tadi, dokumentasinya cukup banyak.
        Dilanjutkan dengan perjalanan menuju kos yang sudah disediakan oleh mas Dana dan mas Ari. Mereka adalah Programmer yang bekerja di tempat yang nantinya akan kami review audit yaitu sebuah rumah sakit swasta di daerah kabupaten kemben. Kosnya enak banget, sejuk, suasananya tenang, mixing antara Bali dan Jogja dalam segi arsitekturnya, ada joglonya juga buat sekedar ngobrol-ngobrol soal kerjaan. Hanya saja kekurangannya adalah tydac ada WIFI. Kamarnya ada dua, ukuran 3x3 mungkin, sebenarnya ada tiga, tapi kami cowok-cowok tangguh memilih uintuk satu kamar berlima biar rame dan enak ngobrolnya. Ceweknya ada 4 dalam satu kamar. Aku baru sadar kalau kamar yang cewek, meskipun sebelahan sama kamar cowok, tapi memiliki fasilitas yang berbeda. Seperti adanya kipas, TV, ranjang tempat tidur, sedangkan kami malah sebaliknya. Ya, mungkin memang sebaiknya begini, tanpa kipas angin pun aku sudah menggigil diatas kasur.
       Setelah beberapa menit menata bagian masing-masing pakaian dan tempat tidur, aku yang pertama mandi dan merasakan dinginnya mata air daerah perbukitan itu. Kamar mandinya kebetulan di dalam kamar. Rasanya cukup membuat gigiku bergetar saling beradu hingga beberapa menit setelah aku selesai mandi. Malam itu jam 10 malam aku sudah berangkat menuju ke alam mimpi. Sangat capek rasanya.
      Aku mendengar temanku sedang bercanda, hingga suara mereka masuk ke dalam mimpiku. Sontak aku tertawa, karena candaan mereka. Aku tertawa terbahak-bahak. Rangga tiba-tiba meninggikan suaranya dan berteriak "Loh, itu kenapa Sandi ketawa-ketawa sendiri!!" setengah nada takut. Diapun langsung menekan tombol lampu kamar yang semula mati. Diikuti teman-temanku juga yang setengah tertawa dan berteriak tapi tidak sekencang teriakan yang biasanya, pelan. Aku masih tertawa karena melihat mereka berempat ada dalam satu kasur sedangkan aku di kasur sebelahnya sendirian dan tidak ada yang berani satu kasur denganku karena aku tiba-tiba tertawa. Mungkin dikiranya aku kesurupan atau apa. hahaha.
       Keesokan harinya, mereka menceritakan seluruh kejadian itu kepadaku, aku hanya bisa berpura-pura bahwa aku tidak sadar agar imajinasi mereka semakin menjadi-jadi. Pagi jam 7 lebih kami ber 9 ditemani mas Dana berangkat dari kos menuju tempat kerja sambil mencari tempat sarapan. Akhirnya kami kembali menuju Mak Nem, dengan menu andalannya Pecel. Aku masih penasaran, bagaimana hari kerja ini akan ku lewati, setelah kemarin sepertinya aku merasa tidak cocok dengan teman satu divisiku, karena aku merasa dia terlalu kekanankan. Dia yang kumaksud adalah Ingga. Oh iya, aku belum menceritakan pembagian tim review audit di rumah sakit ini. Yang pertama aku, Fina, dan Ingga ada di divisi siklus Kas Masuk. Rizal, Vika, dan Ami ada di siklus kas keluar, sisanya Rangga di bagian penginputan data, Bagus di Aset tetap, dan Soni bagian persediaan. Kami ditempatkan disatu ruangan sebagai pihak auditor independen. Viewnya bagus. Ada sawah dan pegunungan, sama seperti gambar yang biasa aku buat di waktu SD, hahaha.
        Aku tidak cocok dengan Ingga, pikirku. Karena selalu saja ada kesalahpahaman meskipun hanya satu atau dua kata yang kulontarkan, tetapi dia menelan perkataanku dan membalasnya dengan maksud yang lain. Fina, dia hanya diam, dan membantu seperlunya saja, dia baik dan pendiam, kadang tersenyum. Aku lebih nyaman bekerja dengan Fina ketimbang dengan Ingga. Hal tersebut kurasakan hingga akhirnya, kami bertiga menemukan pembahasan yang menyatukan frekuensi kami. Aku akhirnya bisa mengimbangi pembahasan dan guyonan mereka. Jadi ternyata hanya masalah penyesuaian waktu. terimakasih waktu.
       Perbedaan antara Ingga dan Fina masih kurasakan. Ingga kadang kurasa lebih dominan, tidak mau diatur, agak usil, dan kadang bersifat lembut yang seperti anak perempuan yang ingin dimanja oleh ayahnya. Dari situ aku mulai agak jaga jarak dengan Ingga, karena selain dia punya pacar, dia juga kurasa tidak cocok denganku. Fina, banyak ketawanya, kadang senyum. Aku becanda yang receh saja dia tertawa, aku pun juga ikut terttawa. Fina kunilai inisiatif sekali kalau membantu. Atau jika aku minta tolong dengan dia, dia segera membantuku. Biasanya aku selipkan canda biar dia gak bosen dengan kerjaan seperti ini, niatnya biar dia bisa bantu agak lama. Kalau Ingga ku mintai tolong, beda lagi ceritanya, apalagi dengan raut RBF nya itu, hahaha. "Mana lagi, san yang belum?" Kata Fina. "Oh ini fin, bisa bantu ngga, ngurutin tanggal yang ini?". Dari hal-hal kecil kami jadikan bahan bahasan, candaan. Aku masih baik-baik saja saat itu. Aku melihat dia seperti kembaranku, Karena selain namanya ada di namaku, kepribadian kami juga sama. Jadi aku rasa dia nyambung kalo diajak ngobrol A, B, dan seterusnya. Iya, akhirnya aku menemukan diriku dalam bentuk perempuan. Aku juga baru tau kalau dia sudah punya pacar. Aku agak terkejut karena yang aku lihat, dia memakai Hijab secara syar'i, yang terlihat hanya wajah dan telapak tangannya saja. Tapi kenapa dia mau punya pacar?. Sudahlah itu bukan urusanku. Saat itu masih baik-baik saja. Aku masih baik-baik saja. Sampai keesokan harinya, Anggap saja namaku Sandi Afinathan, si Bagus nyeletuk "Fi, Fina, Finathan" sambil ngeliatnya ke aku dan fina. "Anjir, apaan si gus". Si Fina hanya bilang "Iya" hahaha, aku jadi ketawa gara-gara ekspresi polosnya, begitu juga dia melihatku dengan ekspresiku. Dari situ si Bagus semakin menjadi-jadi ngecengin aku sama Fina. This is so uncomfortable. Tapi aku dan Fina masih baik-baik saja dikala itu, aku masih bisa bercanda dan ngobrol soal pekerjaan dengan baik-baik saja dengan dia. (To Be Continued...)

Jumat, 08 Februari 2019

Keadilan yang tidak melihat fakta

    "Sebentar ya, nak. Bapak coba kas bon dulu ke bos buat uang jajan kamu". "Emang bapak gak di gaji?" (aku bertanya heran). "Bapak bulan kemarin sudah kas bon buat jajan kalian bulan lalu, sisanya buat biaya hidup bapak".

     Aku menyesal tidak ikut bidik misi.  Dulu mana bisa sih aku ikut bidikmisi, karena kondisi keuangan keluargaku dulunya baik-baik saja. Berbeda 90 derajat dengan yang sekarang. Kemiskinan itu sangat rentan menimpa rakyat menengah. Kecewa bercampur malu menemani setiap langkahku menuju kantor biro keuangan kampus saat aku membawa dan menyerahkan surat penundaan UKT.
   
     
 Jadi teringat masa-masa verifikasi data tiga tahun yang lalu, saat aku masuk kampus ini melalui jalur SBMPTN, penyelia yang bersikukuh untuk memberiku UKT golongan 3 yang aku rasa gapnya sangat jauh dengan golongan 2, selisih tiga juta. "Kalau kamu bawa surat keterangan tidak mampu, akan saya turunkan ke golongan 1" ucap beliau. "Tidak semudah itu pak, saya  masih punya motor, apakah saya harus miskin dulu baru mendapat keringanan dari kampus negeri ini" hatiku memekik. Apakah aku harus berbohong? apakah aku harus memiliki kenalan orang dalam agar semuanya berjalan lebih mudah? Tidak!!, aku tidak mau menjadi bibit penghacur bangsa, aku lebih memilih pindah negara daripada harus menjadi bibit korupsi. Saat itu aku sangat muak sekali dengan sistem "keadilan yang memihak" seperti yang aku alami ini.
      Jujur saja aku iri dengan temanku yang bidikmisi tetapi ekonomi keluarganya yang aku rasa menengah keatas. Apakah ada?? BANYAK. Memang benar bahwa di bumi ini, banyak sekali ketidakadilan yang akan dirasakan. Bumi bukan tempat untuk orang-orang baik mendominasi. Apakah pandanganku ini benar atau salah, aku tidak peduli. Kenyataan inilah yang sekarang aku rasakan.

      Ingin mengajukan keringanan UKT, tapi syarat berkas yang sangat sulit untuk diurus karena aku juga anak perantauan, aku hanya tinggal sendiri di sini. Aku tidak mencari kambing hitam, siapapun yang pernah merasakan hal ini, aku mau bertanya, bagaimana cara untuk merubah ketidakadilan ini? AKU BENAR-BENAR MUAK.

Rabu, 06 Februari 2019

Artificial Intellegence

Akankah Membaik?

        05.10 pagi, alarm tidak berbunyi dan aku merasa merasa bersalah. Aku lekas menuju ke kamar mandi untuk beberapa usapan air dengan beberapa hitungan. Betapa bersalahnya aku atas dosa yang tidak aku inginkan. Tuhan, maafkan aku, aku terlambat dalam pertemuan pertama denganMu di hari ini dan keluhan-keluhanku kurasa hanya ku sampaikan separuh saja, karena merasa tidak pantas untuk mengeluh lebih.

         Ku tekan tombol power yang sedikit berdebu karena laptop yang tidak aku tutup sejak sore kemarin, aku terlelap didalam nyamannya suasana hujan dan pelukan sejuk yang dihasilkannya. Sempat terbuka mataku ditengah malam lalu aku mencoba mencari sela kenyamanan di dinginnya hujan yang masih menempel di serat-serat kain sprai kasur. Aku sedikit menggeliat dan kupikir aku butuh waktu sebentar setelah itu aku akan segera bangun untuk mengerjakan beberapa hal yang harus kukerjakan. Cukup sebentar dan pasti aku bangun pikirku. Ternyata aku terlalu meremehkan kekuatan kasih sayang dan kenyamanan yang ditawarkan dan diberikan oleh serat-serat kasur tersebut. Disinilah aku, di pagi hari dan sudah membuat dosa. Entah bagaimana ukuran Tuhan atas dosa yang tidak kuinginkan ini. Setidaknya aku sudah meminta maaf kepadaNya.

           Sambil menatap gerakan kursor di layar putih background layar pada laptop, aku segera mengalihkan perhatianku dan mulai memikirkan bagaimana caranya aku menghabiskan sisa kuota internet yang melimpah di smartphoneku. Youtube (terdiam sejenak) atau (terdiam sejenak) oh! aku lupa kalau hal yang kulakukan malam tadi belum kulakukan. Lalu ku arahkan kursor yang dari tadi berkeliling mengitari browser untuk berselancar menuju gambar dokumen di bawah kiri monitor, lalu aku mulai mencari folder kuliah kemudian skripsi... dan revisi sempro. Begitulah folder itu kunamai. Folder yang seharusnya aku buka malam tadi. Apakah ini merupakan sebuah dosa? karena aku benar-benar lupa dan baru ingat ada kewajiban yang seharusnya juga aku prioritaskan. Mulailah kubuka file word berformat docx yang kunamai bab I. Lalu diiringi dengan temannya daftar pustaka dot docx. Setelah aku mencoba mengalihkan kembali dan membuka bab I, perhatianku tercuri dengan browser yang belum kututup. Dalam hati aku ingin menggunakan browser tersebut untuk membantuku mencari solusi atas revisiku yang sebenarnya hati ku memiliki hati nurani atau apalah istilahnya yang mengandung maksud yang sebenarnya yaitu mencari hiburan di pagi hari. Setidaknya sedikit tawa kecil di pagi hari cukup mencerahkan suasana yang dingin sisa hujan malam tadi. Baiklah hatiku aku akan memprioritaskan hati nuraniku sebentar.

       Mulailah aku mencari beberapa kata-kata yang pas untuk menggantikan sajak-sajak skripsiku yang mungkin bukan selera para penguji atau lebih tepatnya salah satu penguji. Bagian revisi sebaiknya aku skip karena beberapa bagian atau sebagian besar tidak patut untuk dibicarakan karena mengandung label don't try this at home. Kugeser kursorku kearah kanan bawah monitor dan kulihat hari sudah menunjukan angka 08.15. Oh iya! aku lupa kalau kemarin adalah hari libur dan sekarang sudah hari biasa. Hari biasa sekarang sudah tidak seperti semester kemarin yang selalu menuntutku untuk menghadiri kelas di pagi hari. Not again. Good news is a bad news, bro. Kamu masih kuliah, lantas yang kulakukan sekarang hanya "sekedar" revisi skripsi dan menghadiri kelas yang di mentori oleh diri sendiri untuk mencari materi-materi penyusun sajak-sajak skripsi. Skripsiku ini juga tidak hanya berkutat pada textbook, tapi juga dengan responden-responden yang merupakan makhluk hidup yang sudah menyandang kata maha dan penggambungan nama dengan mereka. Bukan, ini bukan nama gunung seperti mahameru, tapi ini adalah mahasiswa. Responden yang aku kira akan baik-baik saja jika aku ambil sebagai objek penelitianku. Hal seperti ketidakbisaan koresponden dan beberapa keterbatasan koresponden membuatku kesal pada diriku sendiri, bukan kepada mereka yang sudah ada niat untuk membantuku. Setidaknya aku sudah menentukan jalan yang aku pilih, jadi pikirku sekarang aku harus melakukan sebaik-baiknya meskipun tidak sesuai dengan yang aku harapkan.

        Sekarang aku masih berkutat dengan bab 1 sampai 3 ku, setidaknya aku masih ada progres untuk membenahi revisiku hari demi hari. Aku hari ini ditemani oleh temanku inisial putr dan diakhiri dengan huruf a. Aku agak simpati dengan temanku yang satu ini, dulunya satu dosen pembibing denganku, sialnya dia terkena tendang keluar dalam bahasa inggrisnya oleh progdiku karena kuota mahasiswa yang dirasa kelebihan padahal kenyataannya agak berlebihan jika dikatakan "kelebihan". Aku selalu memberikan dukungan moril berupa upayaku untuk mengajaknya mencari materi dan mengajaknya ke perpustakaan kampus, selebihnya aku juga mendapat timbal balik berupa tumpangan gratis menuju kampus yehee. Sangat tidak sopan kalau menyebutnya friend in benefit karena aku lebih prefer menyebutnya simbiosis mutualisme. Hari ini dia mendapat suatu ide untuk judul padahal sudah kubilang skripsi itu harus masalahnya dulu baru judul tapi yasudahlah semoga dia mendapat tuntunan dari yang MahaKuasa.

       "Suwun yo!" akhir dari petualangan mengarungi belantara lembar kertas yang dipenuhi dengan kutipan ilmiah. Pagar hitam dengan jalur besinya yang sudah berkarat menyambutku dengan lengan besinya yang memintaku untuk memisahkan pertemuannya dengan saudara gagang pagar disisi yang lain.

       Welcome to the bored life. Lapar. Satu kata hati yang dihasilkan dari pancaran sonar-sonar otot lambung yang memintaku untuk segera memasak. "Baik, setelah ini aku cincang tempe mentah ini". Tempe yang baru saja aku beli dari pasar saat pulang kuliah ini aromanya agak harum dan sedikit sudah mulai ada aroma asam yang menandakan tempe ini akan segera mengakhiri masa kejayaannya sebagai tempe enak. Segeralah ku siapkan bawang, cabai merah tanpa jeans yang tidak kuperbolehkan boncengan tiga, yang kuambil 10 biji. Singkat cerita, sedikit peluh menjadi saksi perjuanganku bermain tong edan bersama tempe feat. bumbu and friends di arena wajan penggorengan. Jadilah tempe ala-ala yang sudah biasa kumasak dengan bumbu seadanya ini. Tunggu!, (terdiam agak lama).... (rebahan).... (lihat line).... (AFK dalam lamunan)... (direport malaikat). Kemudian aku berpikir, apakah aneh jika memakan tempe tanpa nasi. Ternyata memang ada sesuatu yang kurang, aku mulai mengintip persediaan beras kiloan yang kusimpan, ternyata beras-beras tersebut telah menyublim entah kemana, entah diculik alien atau pergi menjemput rejeki di awal tahun. Aku harus mencari pengganti mereka pikirku. Aku mengelilingi lingkup kos disekitar, dan hasilnya absen, tidak ada yang membukakan warung di terik siang hari seperti ini, apakah mereka juga mengikuti jejak para beras yang sedang menjemput rejeki mereka?. Setelah pulang, Aku berpapasan dengan teman tetangga kosku yang juga teman kuliah satu jurusan. "Bro, ada nasi gak?". "Belum masak" jawabnya, padahal maksudku minta beras, bukan minta nasi, tapi kulihat berasnya memang sudah menipis, yasudahlah pikirku. "Pake mie aja lho". P-p-pake mie dia bilang!!. Hmmm saran yang solutif. Pikiran yang sedari tadi menggangguku muncul lagi. Apakah akan aneh kalau makan tempe tanpa nasi seperti yang nenek moyang kita ajarkan?. Bro, world is changes a lot. Okay suggest accepted.
       Singkat cerita aku sudah merebus indogmie. Berpadu dan menari bersama tempe-tempe yang sedari tadi kumasak. Mereka kuaduk dan menghasilkan gerakan seperti tarian matador dan bantengnya yang saling kejar mengejar. Menggoda pikirku. Kulahaplah tempe dan mie yang sedang menari itu dengan sendok perkasa. Hmmm, rasanya seperti... (mengunyah dan fokus merasakan) hmmm...  rasa mienya mendominasi. Rasa asin tempe kalah telak dengan mie ini. Sang banteng kalah dengan tarian matador.
       Bagaimana hari esok, aku sadar Tuhan banyak memberiku tanda agar aku tidak terlalu memikirkan masalahku, karena aku sudah berserah diri kepadaNya sambil terus berusaha sebaik mungkin dan berdoa.
Cee yaa. This is my deep though.

Minggu, 16 Desember 2018

Desain Pertamaku

DIRGAHAYU INDONESIAKU



         Dirgahayu Indonesiaku. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Gambar ilustrasi di atas juga pernah saya pos di akun instagram saya @saan_af. Gambar tersebut merupakan gambar ilustrasi pertama saya yang pernah saya buat meskipun kerangkanya berasal dari inspirasi gambar mbah google. Postingan kali ini saya buat dengan tujuan sebagai portofolio desain saya saja dan tidak ada unsur pamerisasi. Cukup sekian dan terima gaji. Merdeka atau MATI!

Kamis, 28 Juni 2018

Knights chronicles global review

      Hai hai, minna san, kali ini aku bakal mereview game RPG (Role-playing game) android yaitu Knights Chronicle Global. Yap, ini adalah versi globalnya setelah dirilis pertama kali di server jepang pada tahun 2016, kini knights chronicle membuka server global tepatnya pada tanggal 14 juni 2018 kemarin dibawah netmarble sebagai developer. Game ini bisa kalian download di playstore. kompatibel dengan android 4.1 ke atas dan IOS dengan minimum ram 1 GB. Selain sebagai game RPG game ini juga menggunakan sistem gacha! wah singkron banget nih sama wibu yang suka gacha hahaha. Yuk langsung saja kita bahas apa saja konten dan fitur didalam game ini. Di sini aku sudah main sekitar dua mingguan kurang jadi mohon maaf tidak membahas tutorial saat pertama kali menginstall game ini.


Tampilan initial loading sebelum home screen




Tampilan menu utama Knights chronicle


      Dilihat dari menu utama game ini memang khas sekali dengan game - game jepang seperti Valkryie connect, Azur lane, FGO, GBF yang menampilkan salah satu character sebagai "pemanis" menu utama. Jadi mungkin buat kamu yang wibu game ini adalah game yang cocok untuk kalian karena selain character laki - laki terdapat lebih banyak character wanita yang ada di game ini. Seluruh heroes disini memiliki seiyu atau Character voice dari jepang juga loh. hmmm gimana wibuers Indonesia? mau mengabaikan game ini?

Tampilang setting game dan bind akun


      Sebelum memutuskan untuk bermain lebih jauh game ini kalian harus menautkan atau bind akun kalian terlebih dahulu agar kalian tidak mengulang game ini dari awal seperti game - game jepang lainnya yang menerapkan bind. Tapi beruntungnya game ini tidak memakai kode bind seperti game Azurlane ataupun digimon links. Kalian bisa menautkan salah satu akun google play atau facebook kalian. Kalian juga dapat mengganti VO ( vocal languange ) dari bahasa jepang menjadi bahasa korea. Jadi gak melulu harus wibu kan!!


Tampilan menu fitur town

       Dari menu utama kita menuju ke fitur town yang berada pada pojok kiri bawah menu utama. Di dalam fitur town ini terdapat banyak benefit yang diperoleh player untuk mengembangkan charnya. Kalian bisa mengupgrade town kalian dengan membayar gold yang lumayan besar untuk membuka fitur - fitur lain di dalam town. Tenang saja kalian tidak akan rugi mengupgrade town kalian karena kalian juga bisa mendapatkan gold kembali dengan exchange loot box pada laboratory, pal lotto dan tentu saja setiap 3 jam sekali gold mine akan menghasilkan gold dengan jumlah tertentu sesuai level gold mine tersebut. Jadi kembangkan lah kotamu untuk mencapai kemakmuran!

Tampilan menu Heroes

      Beralih ke menu heroes disini kalian dapat melakukan level up setiap hero kalian agar menjadi lebih kuat dan lebih siap untuk menaklukan dungeon - dungeon yang lebih sulit. Maks level cap setiap hero di game ini adalah level 60. Tapi sebelumnya kalian harus melakukan limit break terlebih dahulu hero kalian. Limit break adalah membuka cap level dari level 50. Limit break dilakukan dengan cara mengorbankan hero bintang 6 lainnnya sejumlah dengan tingkat limit break di level tertentu. Setiap tingkatan limit break akan unlock level cap sebanyak dua level. misal level 50 ingin limit break sampai 60 maka kalian harus limit break terlebih dahulu ke level 52 dengan mengorbankan satu hero bintang 6 lainnya dan hero yang dikorbankan tersebut akan hilang. cukup bintang 6 saja tidak perlu sampai memaksimalkan levelnya.

contoh hero yang sudah dilimit break sampai level 60 dan unlock talent level 60
        
        Masih banyak fitur lain di dalam manage heroes yang dapat memperkuat karakter heroes kalian.

Tampilan Fitur komunitas in-game

        Gak lengkap rasanya kalau bermain game tanpa komunitas di dalamnya. Yap Knights chronicle ini juga dilengkapi dengan sistem komunitas add friend dan guild. Fungsi dari sistem add friends sendiri selain saling tukar heart untuk kemudian ditukar ke pal lotto dan chance roulette, teman di friend list kalian juga bisa membantu kalian sebagai helper saat kalian melakukan pertempuran dungeon, sayangnya untuk pertempuran di arena kalian tidak bisa meminta bantuan teman kalian.

Tampilan edit team sebelum pertempuran dungeon

Tampilan summon heroes




      Ini dia  yang paling di cari - cari player musiman, penjual ID, dan penyebar garam jahiliah. Yaps, penganut dewa RNG sangat mudah ditemukan di game - game RPG yang menggunakan sistem "Gacha". Dengan rate yang sedemikian rupa, player baru akan dimanjakan dengan diamond gratis untuk satu kali gacha yang berisi 10+1 hero di menu summon untuk berburu hero rank SSR. Hero SSR memang sangat diperlukan tapi Hero SR dan R juga tidak kalah tangguh jika berada dalam satu team. Bayangkan saja hero SSR level 60 unlock talent melawan SR level 60 unlock talent dan maksimal skill. Who's gonna win? dan kenapa SR sudah pada maksimal skill? ya, karena hero SR lebih mudah didapat dari pada SR. Dengan fitur Enhance skill yaitu dengan mengorbankan hero yang sama (bintang 4/5/6) maka skill hero yang ingin ditingkatkan dapat meningkat satu level. Lain halnya dengan hero SSR yang susah didapat maka akan sulit melakukan Enhance skill hero kecuali player tersebut darah biru (sultan) dan melakukan gacha untuk mendapat SSR yang sama. Jadi tetap mainkan meskipun itu R / SR, dan juga banyak SR yang lebih kuat daripada hero SSR. Contoh : (SR) Saya tipe light, Cordelia tipe wind, Jerome tipe water, (R) Jake tipe fire, (SR) jango tipe dark, dan masih banyak lagi yang belum ditemukan kombinasinya. 








Animasi Skill Ultimate
                               

Tampilan Efek buff dan debuff (klik wajah heroes di tengah bawah)




       Fitur Dungeon adventure di Knights chronicle mirip seperti game RPG seperti Seven knights, Summoner war, Kings raid, dsb. Dengan mengonsumsi stamina dengan jumlah tertentu sesuai tingkat dungeon player dapat memulai pertempuran. Di sini saya merasa sangat mudah untuk menaikan level akun atau rank didalam game ini tidak seperti game sebelah yang saya rasa sulit untuk menaikan level akun. Dungeon pun saya rasa cukup mudah untuk diselesaikan apalagi ada fitur helper dari friend in-game yang sangat membantu. Selain Dungeon advent terdapat juga special dungeon yang didalamnya terdapat world boss, advent dungeon, material dungeon, guild dungeon, dan masih banyak lagi dungeon. Di advent dungeon dan treasure dungeon, kalian alian dapat melakukan co op multiplayer dengan player diluar friend list dan menghadapi boss advent yang kuat!!

Tampilan Co op multiplayer dungeon




Reward Advent Dungeon Multiplayer


      Untuk kalian free player dan ingin memulai game ini, jangan khawatir game ini tidak terlalu pelit untuk ukuran game netmarble dan game Gacha, setiap minggunya kalian akan mendapatkan 1 SSR random secara gratis! dan setiap harinya kalian akan mendapatkan free draw satu kali. Wah kurang baik gimana lagi coba. Kedengarannya seperti memuji game ini ya tapi jujur aku bukan staff netmarble ataupun dibayar buat bikin artikel ini hehehe ini adalah pure review aku sebagai player yang baru main 2 minggu setelah memainkan game - game netmarble seperti LGR dan Lineage2 rev. Worth lah untuk time killer kalian dikala senggang santai aja mainnya gausah terlalu tegang.

Tampilan check in reward


Fitur yang belum pernah ada di game RPG yang sejauh ini yang saya tahu adalah



      Tampilan mode Landscape dan Portrait saat memainkan game ini jadi gak perlu khawatir kalau kalian memainkan game ini dimana saja karena kalian tidak akan terlihat seperti memainkan game di android pada umumnya yang menggunakan landscape mode. Jadi gimana? udah penasaran sama game ini atau sudah main tapi kekurangan motivasi karena gacha lagi gak hoki?? Main yuk !!

Rabu, 27 Juni 2018

Cara Install aplikasi Ayat PC dan solusi error saat install

   
       Aplikasi ayat adalah aplikasi software Al qur'an yang tersedia di platform PC dan android yang diterbitkan oleh King Saud University. King Saud University sendiri adalah perguruan tinggi negeri di Arab Saudi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi yang didirikan pada tahun 1957 oleh Raja Saud bin Abdul Aziz. Nah kali ini saya akan membahas mengenai software ayat ini pada platform PC beserta dengan solusi install dan error.

Fitur - fitur :

  •   Bacaan Ayat Al Qur'an dilengkapi dengan recitasi atau tafsir dengan banyak bahasa termasuk bahasa Indonesia. 
  • Terdapat Suara Qori per ayat dari berbagai macam suara pembaca Al Qur'an. Serta menu latihan hafal Al Qur'an juga tersedia. 
  • Masih banyak lagi fitur - fitur lainnya.
Tampilan halaman utama Aplikasi Ayat :





Aplikasi ini dapat di download di halaman websitenya berukuran 128 MB. Kompatibel dengan OS windows XP/7/8 keatas. Berikut ini adalah linknya
   
        Download Button


Link Suara Qori dapat anda pilih dan download di :

        Download Button


Cara Install Aplikasi Ayat : 

  1. Setelah selesai mendownload link diatas, Ekstrak file tersebut dengan klik kanan dan pilih ekstrak / ekstrak disini ( extract here )
  2. Sebelum menjalankan program install ayat.exe, anda harus mengganti tanggal PC / laptop anda terlebih dahulu dengan menggantinya ke tahun 2014 atau 2015. Langkah ini untuk menghindari proses install yang terhenti atau error pada saat extract penginstallan awal.
  3. Jalankan Ayat v 1.4.1.exe yang sudah anda download pada link pertama diatas.
  4. Install selesai
  5. Jika anda ingin menginstall suara Qori / pembaca agar terdengar bacaannya silahkan Install terlebih dahulu program Adobe Air versi 13. kenapa harus versi 13? karena jika menginstall versi diatasnya suara Qori yang sudah di download tidak akan keluar suaranya di aplikasi ayat.
  6. berikut adalah link download Adobe Air versi 13 berukuran 17 MB 
          Download Button

https://www.oldapps.com/adobe_air.php <link hidup>

Anda harus keluar aplikasi ayat terlebih dahulu lalu ekstrak dan install Adobe Air versi 13 tersebut lalu buka kembali aplikasi ayat. Semoga bermanfaat untuk anda semua. Jika ada pertanyaan tolong tulis di kolom komentar terimakasih dan Mohon maaf apabila banyak kekurangan dan kesalahan saat penyampaian.