Selasa, 30 Maret 2021

Solo Hiking Tektok Gunung Pundak part 1

Di kejauhan aku melihat beberapa anggota TNI dan Polisi sedang menjaga pita perpaduan warna kuning dan hitam sambil bergantian mengayunkan tangan. "Ada apa ini, masa pengen liburan aja susah banget". Setelah kampas rem mengeluarkan bau karet yang dibakar setelah mengecap turunan curam, kini aku harus menghadapi kenyataan bahwa jalan menuju pos perijinan ditutup. Setengah kesal sambil menahan emosi agar nada bicaraku tidak tinggi, aku memberanikan nyali untuk mencoba menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata aku terperangkap dalam prasangka, Polisi dan TNI yang sedari pagi tadi berkumpul ternyata hanya mengatur arus jalan dan jalanan menuju pos perijinan tidak ditutup. Pita kuning hanya sebagai ganti pembatas jalan agar terlihat di kegelapan malam. Setelah bertanya, kemudian bapak dari kesatuan yang dipanggil ABRI dulunya bertanya balik kepadaku "Mau kemana, mas?", "Mau ke gunung Pundak, pak". Bapak itu pun heran setengah bingung "Emang ada gunung disini? Setahu saya gunung cuma ada disitu" Seraya menunjuk arah barat menuju gunung Penanggungan. "Ada kok pak, dijalur ini gunung Pundak namanya" Sambil menunjuk jalan yang aku kira ditutup. 

Singkat Cerita setelah aku mengucapkan salam ingin melanjutkan perjalanan dengan motor maticku, aku langsung memelintir stang gas, naik menuju pos perijinan yang letaknya kurang lebih 1,5 KM lagi. Aku naik via Pos Pundak, naik lagi dari pos pendakian puthuk siwur. Tujuanku puncak Pundak, dan aku tidak mau mengambil risiko melalui pos Puthuk siwur karena sebenarnya jalur ini masing-masing berbeda meskipun bisa saja lewat sana. 

Sampai di parkiran aku melihat hanya dua orang saja di basecamp seperti gubuk serba rotan dan kayu. Mas penjaga yang meladeniku registrasi ulang memakai topi bucket ala-ala rapper. Ohiya untuk tarif masuk kawasan Tahura soerjo gunung Pundak dikenakan Rp. 12.500 dan Rp. 15.000 dihari weekend. Aku berangkat tanggal 16 Maret 2021, tepatnya hari kedua weekday. Parkir motor 5 ribu dan mobil 10 ribu. Biaya simaksi 14.000 dan harus mendaftar dan mencetak kertas registrasi online sebelumnya, jadi harus persiapan dari rumah ya. Kemarin aku lihat hanya 7 orang saja termasuk aku yang akan naik hari ini. Memang benar selama diperjalanan naik aku bertemu 2 orang pendaki yang hendak turun. 4 orang lainnya baru aku temui ketika aku turun. 

Selasa, 23 Maret 2021

Uncertainty

 Rabu, 24 Maret 2021


Hari ke-24 aku menyandang posisi pengangguran terdidik. Kegiatanku minggu pertama dan kedua sangat aktif untuk ikut webinar, pelatihan online dan mengapply pekerjaan melalui situs online jobstreet. Memasuki minggu ketiga aku mulai menaiki gunung pundak. Naik gunung adalah salah satu rencana besarku selepas resign dari pekerjaan. Aku ingin naik gunung semeru sebelum akhirnya aku disibukkan kembali dengan pekerjaan kantoran. Semoga ibu pertiwi merestui. Rencananya minggu depan aku ingin memperbaharui lembar sertif toefl prediction di kampusku dulu. Semoga saja bisa 500 ke atas. 

Hari-hari kuhabiskan dengan 1/3 mereview materi bahasa inggris dan materi akuntansi yang dibutuhkan ketika tes kerja. Ada rencana juga untuk belajar soal TPA untuk CPNS. Tapi aku psimis untuk ikut karena data kependudukanku yang rancu. 

Sejujurnya ada rasa sedikit trauma dengan leader sebelumnya, karena tidak semua leader seperti itu, tapi kenapa giliran aku malah dapat yang seperti itu. Aku mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik, hal tersebut terbukti selama 1 Tahun 6 bulan aku bertahan dengan baik disana. Terlihat baik-baik saja dari luar. 


Semoga lekas mendapat pekerjaan baru. Aamiin.