Minggu, 06 Oktober 2019

My First Job as Fresh Graduate

Hai anyone?. Yeah. Sudah agak lama aku tidak menulis beberapa hal yang gak seharusnya aku tulis mengenai kehidupanku. But I do for now. Karena menurut artikel psikologis, berpendapat bahwa sesuatu yang ingin dikatakan tidak harus dikatakan tapi juga bisa di ungkapkan melalui tulisan. Agar hati ini lega, gak menumpuk masalah dalam pikiran hingga akhirnya bisa meledak kapanpun dan berdampak pada mental orang tersebut. Itu sih garis besar yang aku dapatkan dari artikel tersebut. Aku lupa artikel yang mana, haha. But today, I am not gonna share about psychological. Besok adalah hari ke-37 aku bekerja. Ini adalah pekerjaan pertamaku setelah aku wisuda sarjana di salah satu PTN di kota pahlawan. Berikut ini nanti aku bakal menguraikan fase-fase kehidupan saat aku bekerja.

Sebelum itu aku akan menceritakan tahap-tahap bagaimana aku bisa diterima bekerja di tempatku ini. Ohiya, aku bekerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang dagang atau distributor. Barang dagang yang didistribusikan berupa sampoo, pewangi pakaian, deterjen, minuman rasa, dan makanan ringan. Jangkauan distribusi dari perusahaan ini yaitu central java, jogja, east java, ntb, sulawesi, hingga sampai puncak jaya (papua). Kebetulan aku adalah lulusan kedokteran uang a.k.a akuntansi, aku di terima di posisi accounting, lebih spesifiknya staff accounting HQ. Sudah punya gambaran kan kalau area yang di jangkau sedemikan banyaknya, maka transaksinya juga kayak gimana? hahaha. Yaps, banyak banget. Aku diterima di perusahaan ini dengan melalui beberapa tahap.

Memang sholat dhuha adalah sholat yang mujarab, tanpa bantuan Tuhan, mungkin aku masih ada di kasur kos-kosan ketika semua orang sibuk-sibuknya mencari uang atau ilmu. tanggal 15 agustus kalau nggak salah, abis sholat dhuha. Tiba-tiba handphone bunyi, dan ternyata itu dari HRD Perusahaan ini, minta aku buat interview hari senin. Wah alhamdulillah seneng banget dong. Karena disaat itu emang aku lagi desperate banget sama kegiatan melamar pekerjaan, interview, tes, di phpin dan bener-bener bodoh amat lah sama kata-kata orang, yang penting aku terus usahain ngelamar kerja dan berusaha semaksimal mungkin. Di dua tempat terakhir ini lah aku mengakhiri fase-fase melamar kerja. Tempat satunya itu di konsultan manajemen gitu, cuma ya gitu, PHP wkwk. Aku orangnya masih idealis, pokoknya harus sesuai jurusan pekerjaannya.

Tahap pertama adalah tes papikostik atau apalah itu namanya, dan yang berbeda adalah aku tidak harus ke perusahaan untuk melakukan tes tersebut tapi cukup hnya mengirimkan jawaban balasan dari soal tes tersebut melalui email ke hrd. Okay mungkin untuk mempersingkat waktu atau bagaimana, karena yang aku lihat dari peserta tes di internet, yang sudah pernah ikut tes di tempat ini, dia melakukan tes ditempat. Besoknya senin aku juga langsung disuruh untuk interview di kantornya. Aku iyain aja meskipun aku agak ragu liat tempatnya di google map, kayak ruko gitu, padahal yang difoto cuma pintu utamanya aja, aslinya mah gede banget wkwk.

Tahap kedua: Langsung interview HRD dan USER dong. User ini sebut saja Mas Joni yang sekarang adalah supervisor accounting di department accountingku. Disitu intense banget si mas Joni ini kontak matanya, kayak nantangin gelud gitu hahaha. Yaudah santai aja dong mas, aku nanggepinnya juga setengah santuy sih. Bu Ipa (nama samaran) adalah Head of HRD di tempatku dan sekarang beliau resign dong, aku masuk beliaunya resign :(. Bu Ipa ini orangnya cheerful, friendly banget. Kalau ngasih pertanyaan, gak terlalu menjebak, santai banget orangnya, gak terlalu mengintimidasi. Apa mungkin karena beliau pengen cepet-cepet resign ya wkwk. Setelah interview berakhir, Aku menanyakan, "kapan ya bu, panggilan selanjutnya jika saya lolos dalam tahap ini?" Pertanyaan ini adalah pertanyaan terakhir setelah kamu menanyakan hal-hal yang harus kamu tanyakan seputar jobdesc pekerjaan kamu. Ingat, jangan tanyakan pertanyaan tersebut saat ada pertanyaan dari user atau hrd mengenai "Ada yang ditanyakan?" Dan jangan sekali-kali tanya gaji sebelum tahap terakhir. Minggu depannya aku dihubungi lagi oleh bu Ipa dan aku disuruh interview user lagi. Ternyata usernya ada dua dong. Yang satu mas Joni, dan satu lagi mbak Sinta sebagai tim leaderku. Mbak Sinta belum bisa mewawancaraiku pada waktu kemarin-kemarin karena beliaunya lagi diluar kota, jadi sebenernya yang mewawancarai aku ada 3. Akhirnya jadi 2 dan 1, syukurlah aku ga merasa di sidang lisan lagi. Wawancara dengan mbak Sinta cukup memakan waktu lama, gak kayak sama mas Joni yang aku rasa lumayan lama. Wawancaranya seputar akuntansi, pencapaian, organisasi, jobdesk.

Setelah berselang satu minggu, aku mendapat panggilan interview lagi, alhamdulillah, ini adalah tahap terakhir dari serangkaian proses rekrut perusahaan ini. Tes terakhir: Observasi. Nah loh, kok observasi. Iya jadi observasi ini bukan observasi kayak waktu di sekolah. Jadi istilahnya Test drive jobdes pekerjaanku kedepannya. Dan itu dinilai sama tim leader dan calon anggota timku. Setelah itu kemudian aku direview sama mbak Sinta. Gilak, ternyata orang ini menegangkan banget. Adrenalin banget sama orang ini, Aura intimidasinya kerasa banget. Dan aku InsyaAllah bisa beradaptasi dengan sifat beliau kwkw. Aku pulang observasi jam 4. Dijemput teman sekamar kosku. Ketika diperjalanan pulang, aku menerima panggilan masuk dari nomor yang ngga dikenal. "halomas, saya dari PT. X" "Iya ,pak" "Selamat, kamu diterima diperusahaan kami" Auto jingkrak-jingkrak dong dimotor, aku yang lagi dibonceng wkwkw. "Alhamduliillah, Terimakasih pak" "Iya sama-sama, emailnya aktif kan? saya kirim ya offering letternya" "Iya, pak, baik, pak, terimakasih, pak" Aku bersyukur banget, setelah beberapa purnama, akhirnya ada juga yang mau menerimaku apa adanya wkwkwk. Setelah kemarin berpikir bahwa "kok aku bego banget ya sampe gak ada yang mau nerima" NO, BIG NO. KAMU SALAH. Saat itu hanya bukan waktunya saja aku bekerja. Tuhan punya rencana yang lain. Tetap semangat, kamu pasti bisa. Perjuangkan setelah diterima belum berakhir. Aku masih harus dituntut untuk mempelajari jobdesk ku yang seabrek, dengan intimidasi tanggungjawab seorang akuntan perusahaan yang berupa uang milyaran entah dari mana datangnya aku input angkanya. ahhaha. Semangat, tantangan akan selalu ada, dan Tuhan akan selalu ada. Berdoalah. Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar